Selamat Datang di Kampung Maya Si Gadis Ceria

Semburat wajah kekasih

Semburat wajah sang kekasih
Ada, meski tak nampak
Indahnya terasa, meski samar
Sejuknya merajukku, dan aku pun teráyu oleh-Nya

Sentuhan-Nya melumpuhkanku
Lidahku kelu saat mengucap asma-Nya
Aku tebujur kaku oleh cinta-Nya
Yang selalu ingin ku raih

Namun kenapa penghalang itu begitu besar

Aku tahu engkau juga mencintaiku
Bahkan cinta-Mu lebih besar dari cintaku
Namun kau juga mengirimkan banyak hal
Yang sering membuatku telupa oleh-Mu
Kenapa kekasihku?

Terlalu naifkah jika hal itu ku pertanyakan?
Maaf kekasihku
Maaf…

Aku begini karena aku dhaif
Masih saja ku biarkan selain-Mu mengisi ruang ini
Ruang, yang seharusnya adalah milik-Mu
Hanya milik-Mu
Dan sayang sekali
Seringkali lakuku mengamininya

Ah dasar nafsu
Selalu saja ikut campur dalam urusan percintaanku
Dia membuat cintaku tak sebening milik-Nya

Kesempurnaan tak berarti

Apa arti sebuah kesempurnaan?

Aku ingin dia tak berarti apa-apa
Aku ingin dia tak berarti bagi siapa saja
Aku ingin dia tak berprestise

Bosan dengan kata sempurna itu
Siapa saja menginginkannya
Dan selalu berusaha menjadinya
Namun semua seakan kotor

Sempurna penuh tendensi
Sempurna tak sepenuh hati
Sempurna tak benar-benar sempurna
Sempurna tanpa arti

Lalu, bukankah lebih baik sempurna itu tak berarti???

Bukankah saat merasa kurang, itulah sempurna
Saat merasa tak sempurna, itulah sempurna

Ah, bosan!

El_Funny
Kairo 210808
10:25

Baik bukan berarti "yang terbaik"

Baik bukan berarti “yang terbaik”
14.56


Dimana-mana, orang selalu berusaha mencari sesuatu yang baik, lalu menganggap semua itu lah yang terbaik baginya.

Berusaha mencari, mengejar dan memiliki “baik”itu. Kekurangan menjadi satu hal yang terdiskreditkan. Sama sekali tidak terakui eksistensinya. Atau kalaupun ada, hampir tak ada yang bersedia menyentuhnya. Yah, itulah manusia, makhluk Tuhan yang berpotensi menjadi makhluk yang paling serakah di antara yang lainnnya.

Hanya saja logika manusia sering terkalahkan dengan suara nafsu yang mengaku sebagai naluri. Semua selalu ada legalisasi, kompromi yang tak kenal etika.

Tentu saja, tak bisa di pungkiri, sebuah kesempurnaan memang menjadi satu hal yang idam-idamkan manusia. Entah dari dirinya sendiri ataupun orang lain. Menjadi sempurna untuk mendapatkan kesempurnaan. Sekilas, memang indah. Namun apakah kesempurnaan itulah yang terbaik baginya? Wallahua’lam.

Mencibir kekurangan tanpa pikir panjang. Tidak mencoba mencari sesuatu di baliknya. Tidak mencoba memahami apa yang di simpannya. Toh, kekurangan tak selamanya menjadi dirinya. Ah, seandainya semua orang memahaminya, termasuk aku.

Baik sendiri itu olahan subjektifitas manusia. Yang natijahnya pun akan selalu menjadi relatif, meski tidak menutup kemungkinan barometer umum itu akan terbangun dengan adanya suara mayoritas. Baik menurut satu orang, belum tentu baik menurut yang lain, terlebih lagi menurut-Nya. Aku sendiri belum menemukan mizan yang pas untuk menentukannya.

Tapi memang benar, manusia memang harus selalu mencoba untuk melakukan yang terbaik bagi apa dan siapa saja. Perintah Tuhan juga bukan?!

Lalu bagaimana dengan sesuatu yang akan di dapatkan?
Apakah harus mencoba mendapat yang baik juga?
Yaps, betul. Manusia pun harus selalu mencoba untuk mendapatkan yang baik. Hanya saja, sang muara bukanlah itu, tetapi "yang terbaik". Karena sesuatu yang baik (menurut kita-manusia-) belum tentu yang terbaik. Baik dan terbaik it berbeda. Persamaannya hanyalah, keduanya sama-sama di inginkan oleh manusia.[regards]


DH Palace, 11 Nov 2008
By: El_Funny

Seandainya aku seorang Khadijah...
Begitu indahY menjadi sosok wanita ideal, pendamping manusia tersempurna

Seandainya aku seorang Aisyah ra
begitu bahagianya menjadi wanita cerdas dan begitu di puja oleh hamba tercinta-Nya

kenapa selalu banyak "seandainya" yah?
Tapi aku tetap bersyukur, karena aku adalah milik-Nya
[regards]

Ilusi di atas Ilusi

Bagaimana aku bisa tidak menyadari "siapa aku?"
Bahkan aku masih sempat mengatakan "aku adalah aku"
Dengan penuh kepercayaan diri, aku bilang "aku ada"
Dengan satu jiwa sombong berdalih "aku bisa"
Perbuatanku mengatakan "Aku sedang melakukannya"

Aku
Aku
dan Aku...

Aku adalah Ilusi
Aku hidup di atas Ilusi
Saat aku mengatakan aku ada
Itulah sebuah Ilusi di atas ilusi
Yah, semua memang ilusi

Hanya Dia-lah yang Hakiki
Rabbi maafkan kami
Para Ilusi
yang sering tak menyadari siapa-lah kami

Terlebih lagi
"Aku"

[Regards]

IDUL FITRI

To: The readers of my blog

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
Mohoh maaf lahir dan batin

Semua orang mengatakan hari ini, adalah hari kemenangan
So, aku berdoa, semoga kita semua memang benar-benar menjadi salah satu pemenang itu

Semua orang mengatakan hari ini, adalah hari kita menjadi suci kembali
So, aku berdoa, semoga kita semua memang benar-benar menjadi sesuci yang kita inginkan

Semua orang mengatakan, hari ini adalah hari besar umat-Nya
So, aku berdoa, semoga kita benar-benar menjadi "besar" untuk-Nya

Sekedar mempelajari apa yang bisa membuat-Nya mencintai kita:).

regards